Home Blog Page 12

Eye-opening SSEAYP Experience Featured in Indonesia’s Leading Marketing Media

Saviq Bachdar, Indonesia Participating Youth (IPY) for SSEAYP 2017 wrote his life-changing SSEAYP experience in the Marketeers, a leading marketing media in the country.

Find out what Saviq experienced by clicking on this link (article in Bahasa Indonesia):

Cerita dari Perjalanan Seumur Hidup: SSEAYP

SIGA BANDUNG 2018

SIGA Bandung 2018

This year, Indonesia is honored to host the 30th SSEAYP International General Assembly (SIGA). The event will take place in Bandung, the very heart of Asia Africa Conference back in 1955, a vibrant city where modernity standing side by side with the elegance of the past and bursting with the spirit of youth. With the purpose of enhancing never-ending friendship and lifelong cooperation among ex participants of SSEAYP participants, families, and friends, we invite you to SIGA Bandung 2018!

Read more about SIGA Bandung 2018 here.

[UPDATED 8 September] For Volunteers of Project 30/50 Retype for Brighter Literacy

[UPDATE as of 17 January 2018]

Edho Aqmal Hakim (IPY2012), as the representative of Directorate of Social Contribution Activities, SSEAYP International Indonesia, is delivering the book to Mr. Bambang, the Chairman of Mitra Netra Foundation. About 300 volunteers participated in this project, resulting 9 converted books to our blind and partially sighted friends in Indonesia.

Stay tuned in our social media, as we will organise the closing ceremony of this project in February 2018!

[UPDATE as of 8 September 2017]

Dear Volunteers,

Thank you to the ±300 volunteers for their kind participation in our programme “Retype for Brighter Literacy” to commemorate the 30th anniversary of SSEAYP International and the 50th anniversary of ASEAN.

We are now still finalising the files prior to the submission to Mitra Netra Foundation. Kindly wait for your e-certificate, we will send to you by next week 🙂

In the meantime, we are happy to inform you that this project has also been covered by Antara, the Indonesian national news agency

http://www.antaranews.com/berita/645967/sseayp-ubah-buku-dalam-audio-untuk-tunanetra

 

———————————————————————-

[UPDATE as of 23 August 2017]

Dear volunteers,

Thank you very much for registering to this 30/50 project in commemorating the 30th anniversary of SSEAYP International and the 50th anniversary of ASEAN. More than 290 volunteers have decided to take part in this project, aiming to support better access for our fellow friends for better inclusion practices in Indonesia, especially blind friends through this programme.

We are happy to announce that we will retype additional books,as follows:

  • Ika Natassa, The Architecture of Love
  • Ika Natassa, Critical Eleven
  • Andrea Hirata, Sirkus Pohon
  • Pramoedya A T, Bumi Manusia
  • Eka Kurniawan, Lelaki Harimau
  • Eka Kurniawan, Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
  • Pidi Baiq, Dilan

If you don’t have the book, you may:

  • Borrow from your friends / library
  • Buy them for your own book collection
  • Send email to radenicu.sii@gmail.com to let us know if you face some challenges in getting the book at your place

Please be informed that the submission deadline will be on 4th September 2017 at 23:59 and your e-certificate will be given within 2 weeks after your submission.

For reference, you may wish to read the following information package:

Thank you!

—————————

 

Haru, Pita Warna-Warni Tandai Pelepasan SSEAYP 2017 di Indonesia

JAKARTA — Ratusan pita warna-warni memulas langit Jakarta, Sabtu (27/11) yang lalu. Sejumlah orang tua angkat dan peserta Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2017 tak kuasa menahan haru saat kapal MS Nippon Maru bertolak meninggalkan Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta. Meskipun dilaksanakan dalam waktu singkat, nampaknya pertemuan mereka selama beberapa hari di Jakarta telah meninggalkan kesan yang mendalam.

Selama empat hari, 330 pemuda dari ASEAN dan Jepang telah berada di Jakarta dan mengikuti sejumlah kegiatan. Selain tinggal bersama keluarga angkat, mereka juga berkesempatan bertemu Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olah Raga, mengunjungi kantor Sekretariat ASEAN, dan bermain angklung secara massal dengan iringan Saung Angklung Mang Udjo.

Walikota Jakarta Utara, Husein Murad yang melepas delegasi SSEAYP 2017 berharap agar para delegasi SSEAYP mendapatkan pengalaman yang positif selama tinggal di Jakarta. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga angkat dan panitia yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan SSEAYP di Jakarta dengan sebaik mungkin.

Sementara itu, Akrimar Tongkaew (Thailand) yang mewakili delegasi SSEAYP 2017 menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat masyarakat Indonesia di seluruh rangkaian kegiatan. Melalui program ini, ia dan delegasi SSEAYP 2017 mengaku bahwa Indonesia akan mendapatkan tempat khusus di hatinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum Kapal Nippon Maru meninggalkan Tanjung Priok, dilaksanakan open ship atau tur mengelilingi kapal MS Nippon Maru bagi sekitar 1200 pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut. Setiap negara juga menampilkan flag cheers atau parade bendera yang dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kenegaraan.

SSEAYP adalah program pertukaran pemuda yang telah berjalan selama 44 tahun dan diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang dan Pemerintah negara-negara ASEAN. Tahun ini, para peserta mengunjungi Tokyo dan berlayar menuju Phnom Penh – Kamboja, Bangkok-Thailand, Vientiane-Lao PDR, Jakarta-Indonesia, dan Kuala Lumpur-Malaysia selama 52 hari.

Seru! Main Angklung Bareng dengan 330 Anak Muda ASEAN-Jepang

JAKARTA – Sebanyak 330 anak muda peserta program pertukaran pemuda Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) dari negara-negara ASEAN dan Jepang bermain angklung bersama, Sabtu (25/11) yang lalu. Diiringi musik dan instruktur dari Saung Angklung Udjo, mereka memainkan lagu-lagu seperti Bengawan Solo, Sukiyaki, dan We are the Champions.

Permainan angklung massal ini merupakan rangkaian kegiatan Homestay Matching dalam program SSEAYP 2017, dimana setiap peserta akan dipertemukan dengan keluarga angkat mereka dari Indonesia. Para peserta akan menjalani kegiatan bersama keluarga angkat selama 3 hari dan 2 malam di Jakarta, yang menjadi salah satu tuan rumah dalam kegiatan ini.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI, Dr. Alman Hudri selaku penanggung jawab kegiatan ini berharap agar para peserta SSEAYP 2017 dapat mempelajari nilai-nilai kebudayaan Indonesia selama mereka tinggal bersama keluarga angkat. Sementara itu, Pia Adiprima mewakili SSEAYP International Indonesia sebagai panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan homestay merupakan salah satu highlight kegiatan SSEAYP di Indonesia, selain kunjungan kenegaraan ke Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olah Raga dan kunjungan institusi ke Sekretariat ASEAN.

 

SSEAYP adalah program pertukaran pemuda yang telah berjalan selama 44 tahun dan diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang dan Pemerintah negara-negara ASEAN. Dalam waktu 52 hari, 330 pemuda dari ASEAN dan Jepang berlayar mengelilingi Jepang dan Asia Tenggara menggunakan kapal pesiar MS Nippon Maru. Mereka mengikuti berbagai kegiatan seperti kunjungan kenegaraan, homestay, penampilan budaya, dan diskusi dengan topik-topik terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).

Kunjungi Sekretariat ASEAN, Generasi Muda ASEAN-Jepang Tekankan Pentingnya Semangat Kolaborasi

JAKARTA – Sebanyak 330 pemuda dari ASEAN dan Jepang mengunjungi kantor Sekretariat ASEAN, Jumat 24 November yang lalu. Kunjungan institusi ini merupakan salah satu rangkaian dalam Country Program Indonesia untuk the 44th Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP), di mana Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah.

Dalam kesempatan tersebut, setiap negara diwakili oleh masing-masing 1 perwakilan pemuda yang menyampaikan aspirasi dan harapan mereka tentang proses community building di kawasan Asia Tenggara dan Jepang. Mereka juga menyampaikan apresiasi karena melalui program SSEAYP ini, mereka mampu mengenal pandangan generasi muda dari negara-negara lain di kawasan tersebut.

Ayudya Arumsari, perwakilan Indonesia mengungkapkan bahwa program ini telah memberikan cara pandang baru terhadap hubungan ASEAN dan Jepang. Ia juga mengungkapkan kegembiraannya karena melalui program ini, ia mendapatkan banyak teman dan keluarga baru. Salah satunya adalah Quinn dari Viet Nam, yang merupakan teman satu kabin dalam pelayaran mengelilingi beberapa negara ASEAN dan Jepang ini.

Sementara itu, Head of Education, Youth and Sports Division di Sekretariat, Ms. Abigail Lanceta menyampaikan bahwa program SSEAYP telah sangat banyak membantu integrasi kawasan ASEAN dan Jepang. Ia juga mengajak anak-anak muda ASEAN dan Jepang untuk turut membantu dan berkolaborasi dalam pengembangan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan partisipasi pemuda sesuai dengan ASEAN Youth Development Index yang diluncurkan pertengahan tahun ini.

Perwakilan pemuda lain yang turut berbicara dalam diskusi panel tersebut, antara lain Phoutthavanh Sisavath (Laos), Panupong Boontongchuay (Thailand), Yukina Moritaka (Jepang), Azwan Ahzran (Malaysia), Ar Man (Myanmar), Chun Socheata (Kamboja), Ephrahim Domingo (Filipina), Dayang Nabilah binti Masli (Brunei Darussalam), Bui Minh Quan (Viet Nam), dan Ooi Yu Ting/Debbie (Singapura).

Kazuki Matsubara, Konselor Misi Jepang untuk ASEAN dan Pia Adiprima, Presiden SSEAYP International Indonesia turut hadir dalam kunjungan tersebut.

SSEAYP adalah program pertukaran pemuda yang telah berjalan selama 44 tahun dan diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang dan Pemerintah negara-negara ASEAN. Dalam waktu 52 hari, 330 pemuda dari ASEAN dan Jepang berlayar mengelilingi Jepang dan Asia Tenggara menggunakan kapal pesiar MS Nippon Maru. Mereka mengikuti berbagai kegiatan seperti kunjungan kenegaraan, homestay, penampilan budaya, dan diskusi dengan topik-topik terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).

 

 

Membawa 330 Pemuda ASEAN-Jepang, Kapal Persahabatan Nippon Maru Kembali Kunjungi Indonesia

Kapal pesiar MS. Nippon Maru yang membawa 330 duta muda negara-negara ASEAN dan Jepang tiba di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara pada hari Jumat, 24 November. Para pemuda peserta Program Kapal Pemuda Asia Tenggara – Jepang ke-44 ini akan melakukan rangkaian kegiatan Country Program di Jakarta selama 4 hari, sampai Senin 27 November 2017.

Selama mengikuti Country Program di Jakarta, peserta berkesempatan mengenal Indonesia lebih dekat melalui ragam kegiatan mulai dari courtesy call atau kunjungan kepada kepala/pejabat negara, institutional visit atau kunjungan kelembagaan, cultural performance atau penampilan seni budaya, hingga homestay atau tinggal selama 3 hari 2 malam bersama keluarga angkat di Jakarta.

“Program ini merupakan program pelatihan kepemimpinan pemuda yang sangat penting di kawasan ASEAN-Jepang. Alumni dari program ini telah banyak berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial di berbagai bidang. Kami harap, peserta tahun ini juga dapat belajar mengembangkan kepemimpinan kembali membangun Indonesia sepulang mengikuti program ini”, ucap Dr. Jonni Mardizal, staf ahli Menteri Pemuda dan Olah Raga dalam konferensi pers yang dilaksanakan di atas kapal MS Nippon Maru, Jumat lalu.

Sebelumnya, para pemuda ASEAN – Jepang telah mengunjungi Tokyo – Jepang (23 Oktober); Sihanoukville – Kamboja (10 November); Bangkok – Thailand (16 November); dan akan menuju ke Port Klang – Malaysia (30 November). Sejak diselenggarakan tahun 1974, Nippon Maru telah menjadi rumah bagi para duta muda ASEAN Jepang selama mengemban misi persahabatan, meningkatkan kesalingsepahaman, sekaligus kontribusi sosial kepada masyarakat melalui kegiatan diskusi, solidarity group, club activity dan cultural exchange. Pasca program, output kegiatan diimplementasikan dalam Post-Program Activity sebagai wujud kontribusi sosial peserta di negara masing-masing.

Program yang berlangsung selama kurang lebih 52 hari ini disponsori oleh pemerintah Jepang dengan dukungan pemerintah 10 negara ASEAN. Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. AM Fachir dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Professor Azyumardi Azra merupakan alumni dari program ini.

Delegasi SSEAYP Pelajari Potensi Maritim Indonesia

 

Jakarta – Sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan lebih dari separuh wilayahnya berada di perairan, Indonesia memiliki hasil kekayaan laut melimpah yang menjadi salah satu komoditas unggulan.  Namun demikian, masih ditemukan beberapa permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah Indonesia seperti illegal fishing, alih muatan di tengah laut dan kapal asing berbendera Indonesia. Melihat tantangan tersebut, delegasi Indonesia untuk SSEAYP 2017 membahas isu kemaritiman ini dalam Pre-Departure Training (PDT) yang diselenggarakan hari Selasa (10/10) yang lalu.

Fika Fawzia, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang menjadi pemateri dalam sesi tersebut kemudian memaparkan berbagai tantangan dan dan solusi yang dibangun dan dikembangkan pemerintah untuk menghadapi isu-isu tersebut. Beberapa upaya yang dipaparkan adalah reformasi perikanan melalui perubahan perundang-undangan terkait perikanan dan penindakan tegas terhadap pelaku illegal fishing.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah peluncuran Global Fishing Watch, sebuah platform teknologi hasil kolaborasi antara Google, Oceana dan SkyTruth. Dalam platform ini, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memberikan komitmen untuk berbagi data Sistem Pemantauan Kapal (Vessel Monitoring System/VMS). Hal ini merupakan langkah penting dan terobosan baru bagi pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendorong kebijakan penegakan hukum secara global guna membebaskan perairan Indonesia dari praktek penangkapan ikan secara ilegal.

Melalui sesi ini, diharapkan delegasi Indonesia untuk SSEAYP 2017 dapat lebih memahami potensi Indonesia sebagai bangsa maritim yang mampu mensejahterakan seluruh warganya dan mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Delegasi SSEAYP akan mengikuti PDT sejak 5-22 Oktober 2017, sebelum selanjutnya berlayar mengelilingi Jepang, Kamboja, Thailand, Laos, Indonesia, Malaysia dan kembali ke Jepang bersama 330 pemuda dari sebelas negara Jepang dan ASEAN.

***

 

Pre-Departure Training SSEAYP 2017 Resmi Dibuka

Jakarta – Pre-Departure Training (PDT) Indonesia untuk SSEAYP 2017 resmi dibuka Sabtu (7/10) yang lalu. Prof. Dr. Faisal Abdullah, Deputi bidang Pemberdayaan Pemuda bertindak selaku pembina upacara dan membuka PDT yang dilaksanakan di Pusdiklat Kementerian Perindustrian, Jalan Widya Chandra Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Prof. Faisal berpesan agar delegasi Indonesia mampu menjaga nama baik Indonesia selama program. “Tunjukkan bahwa anda adalah pemuda-pemudi pilihan dan bawa terus nama baik Indonesia. Gunakan kesempatan selama PDT untuk belajar dan mengenali potensi Indonesia yang dapat anda promosikan ke dunia internasional”, tukasnya.

Sementara itu, Pia Adiprima, Presiden SSEAYP International Indonesia Inc. menegaskan bahwa tema dan semangat dalam Pre-Departure Training (PDT) SSEAYP 2017 adalah kolaborasi. “Selama 17 hari, kita akan belajar membangun semangat berkolaborasi dengan negara-negara lain dan menunjukkan wajah Indonesia sebagai negara yang besar namun bersahabat dan merangkul negara-negara tetangganya. Kita juga akan fokus pada nilai-nilai Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Global yang banyak dibahas dalam Discussion Group dan menjadi concern PPA kita selama beberapa tahun terakhir.”

Tahun ini, delegasi Indonesia diwakili oleh 28 pemuda-pemudi dari berbagai provinsi. Mereka yang terpilih diseleksi berdasarkan pengalaman kepemimpinan, kepribadian, intelegensi, dan kepeloporan yang telah mereka buktikan di provinsi masing-masing.

Persiapkan SSEAYP 2017, Indonesia Terima Kunjungan Cabinet Office of Japan

Jakarta –Terpilih sebagai salah satu tuan rumah untuk SSEAYP 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan SSEAYP International Indonesia Inc. menerima kunjungan Cabinet Office of Japan, Senin (11/9) yang lalu. Dalam Pre-Consultation Visit yang diselenggarakan di Ruang Rapat Graha Kemenpora tersebut, Dr. Alman Hudri selaku Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda membuka dan menyambut kedatangan perwakilan pemerintah Jepang.

Dalam sambutannya, Alman berharap agar program tahun ini berjalan dengan lancar. “Kami sangat berharap Program Kapal Pemuda ASEAN – Jepang ini berjalan lancar dan saya berharap kualitas kontingen kita tahun ini lebih baik  dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, kita harus lebih aktif lagi dalam forum. Selain itu, kita juga harus dapat bertindak sebagai tuan rumah yang baik dengan mengutamakan materi kegiatan, kenyamanan, dan keselamatan peserta selama di Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Tetsuya Yoshida selaku Deputy Director SSEAYP dari International Youth Exchange Office mengapresiasi persiapan Country Program Indonesia untuk tahun ini. “Program ini telah memasuki tahun ke-44 sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1974, dan saya sangat antusias sekali menyambut SSEAYP tahun 2017 ini. Partisipasi Indonesia dalam program ini sangat aktif dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Kami juga sangat menghargai usaha dan kerja keras Pemerintah Indonesia dengan SSEAYP International Indonesia dalam mempersiapkan Country Program ini. Saya ucapkan banyak terima kasih”, tutupnya.

Country Program Indonesia akan dilaksanakan tanggal 24-27 November di Jakarta dengan sejumlah agenda seperti kunjungan kenegaraan, kunjungan institusi, dan homestay bersama keluarga angkat. Turut hadir dalam pertemuan tersebut – Pia Adiprima selaku Presiden SSEAYP International Indonesia (SII) Inc.; Sylvanus Hardiyanto, Deputy President I SII; Arief Rizky Bakhtiar, Deputy President II SII; dan Adinegoro Siswondo, Indonesia National Leader untuk SSEAYP 2017.

***