Home Blog Page 14

Buka Bersama dan Charity SII 2017

SSEAYP International Indonesia kembali menggelar acara sosial bertajuk Buka Bersama dan Charity 2017.

Bertempat di Kantor Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, kegiatan buka puasa bersama ini dilaksanakan dengan Komunitas Cina Benteng yang terdiri dari penggiat seni serta kelompok ibu usaha tani dan koperasi. Komunitas ini bisa dibilang masih terisolir karena belum memiliki akses kependudukan dari pemerintah sehingga mereka termarjinalkan dari masyarakat umum di sekitarnya. Tidak bisa bekerja, tidak mendapat hak-hak untuk mendapat bantuan dari program pemerintah, dan tentu tidak bisa mengenyam pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir pula perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kemitraan (Partnership), dan PPSW Jakarta yang mendampingi Komunitas Cina Benteng ini melalui Program Peduli.

Tokoh masyarakat seperti Ketua RT, Ketua RW dan Lurah Mekarsari juga turut hadir dalam acara ini.

Kegiatan diawali dengan Tour de Ciben, atau berkeliling kampung Cina Benteng di wilayah RW 04. Di sana, bersama dengan rekan-rekan yang hadir kami menggunjungi kediaman Pak Oen Sin Yang atau yang akrab disapa Pak Go Yong, seorang seniman Gambang Kromong dan pembuat alat musik  tradisional Tehyan yang konon adalah satu-satunya di Indonesia.

Kemudian kami beranjak ke Klenteng Mahabodhi atau Tjong Tek Bio dan Vihara Sadsadha Kusala Ratna. Setelah menyusuri pemukiman penduduk, kami tiba di bantaran Sungai Cisadane yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Cina Benteng untuk kegiatan sehari-hari seperti mencuci dan mandi.

SII juga mempromosikan kue-kue hasil produksi Koperasi Cina Benteng untuk penggalangan dana pada Buberity 2017. Dari donasi dan fundraising yang berasal dari alumni dan masyarakat luas, SII berhasil mengumpulkan Rp 3.750.000,00 untuk diberikan kepada Koperasi Cina Benteng dan 100 buah botol minum donasi dari US Embassy Jakarta.

Ibu Heny, ketua Koperasi Cina Benteng, mewakili komunitas, menghaturkan terima kasih banyak atas dukungan SII untuk mendukung program inklusi sosial, khususnya pemberdayaan perempuan melalui koperasi dan usaha tani yang baru saja dirintis tahun lalu.

Donasi yang SII berikan akan digunakan untuk  membeli alat-alat penggiling kue untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kue koperasi yang merupakan komoditas andalan di Cina Benteng. Sebagian juga akan didonasikan kepada anak-anak yatim/piatu di lingkungan Cina Benteng.

Selaku panitia, kami mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan para alumni SSEAYP terhadap segala bentuk kegiatan sosial yang kita lakukan bersama. Semoga SII terus menjadi organisasi yang memberi manfaat untuk orang banyak dan turut berkontribusi atas terciptanya Indonesia yang inklusif.

Semoga niat tulus ikhlas kita semua mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa.

Pemilihan Presiden SII 2017-2019

      SSEAYP International Indonesia melangsungkan pemilihan presiden untuk masa bhakti 2017-2019 pada hari Kamis, 1 Juni 2017 di Gedung Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Setelah melalui proses penjaringan dan seleksi yang ketat. Pilpres tahun 2017 ini memunculkan dua nama kandidat presiden yaitu Pia Adiprima, alumni SSEAYP perwakilan DKI Jakarta pada tahun 1997 dan Freddy Ghagauna, alumni SSEAYP perwakilan Sulawesi Tengah pada tahun 1998. Masa kampanye dimulai di minggu terakhir bulan Mei dan kedua capres mulai mensosialisasikan programnya untuk meraih dukungan dari para alumni.

Penjaringan suara dilakukan melalui metode voting secara online kepada Panitia Pemilihan Presiden SII yaitu Teguh Pratomo (DKI Jakarta 1993), Yodi Dasuki (Jawa Barat 1994), dan Wira Respati (Sumatera Barat 2001). Setelah voting ditutup, tanggal 1 Juni pun sidang pemilihan presiden dimulai. Panelis terdiri dari TB. Ade Damanhuri (Jawa Barat 1987), Muhammad (Kalimantan Selatan 1984), dan Yunita Purwaningyas (Sulawesi Tenggara 2011). Kedua kandidat memaparkan visi misi dan diakhiri dengan sesi pemilihan suara secara langsung oleh alumni yang hadir dan belum melakukan voting secara online.

Perhitungan suara dilakukan secara terbuka dengan menghadirkan saksi dari kedua kandidat. Setelah dilakukan perhitungan suara, Pia Adiprima dinyatakan sebagai presiden terpilih dengan jumlah suara 186 berbanding 139 suara milik Fredy setara 57% berbanding 43%. Dengan selesainya pilpres ini, maka pengurus lama dinyatakan demisioner dan Presiden terpilih akan bekerja sama dengan SII menyusun kepengurusan baru untuk masa bhakti 2017-2019. (AP/Dircomm SII)

“I am Able” – IPY 2016

“IYES: Indonesian Youth Environmental Issues” – IPY 2015

IYES focuses in disseminating information about disaster risk reduction (DRR) in order to raise awareness of the society IYES spread information about DRR related to the natural disaster that happened regularly in Indonesia (according to USAID and BNPB), which is earthquake, floods, tsunami, and fire IYES used booklet (sources: BNPB and Safe Steps), Mini Seminar, and Social Media Campaign

#KnowDisasterNoDisaster as the tools in disseminating information about DRR.

“MyBAG” – IPY 2014

“My Very First Blood Donation” – IPY 2013

“Indonesia SIAP” – IPY 2012

Why SIAP?

SIAP in Indonesian language means READY and we used SIAP as well to stand for SSEAYP for Indonesia in Action and Preservation. This is our Post Program Activity after joining the precious youth exchange program called SSEAYP. SSEAYP itself stand for The Ship for South East Asia Youth Program, as there stated ‘Ship’ , yes the 28 of us are on the big fancy ship cruising the South East Asia with the others selected youth across ASEAN countries which we called ourselves as Participating Youth (PY).

What we DO?

After fifty-three days of joining the program, the 28 of us has to give back the goodness of these program given by contributing to our society and environment. Trust me, we have so much brainstorming ideas that could blow an island, ups! no worries, we finally decided on our Post Program Activity which is in short term and a long term basis project . The short term-project has been done upon our re-entry program and you can check it here and now we are on the long-term concern project of ; Promoting the Batik of Kulon Progo – Jogjakarta.

WHY Batik?

Batik is Indonesia’s identity and recognized by UNESCO as Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. The Batik making process is less harmful to the environment than the conventional cloth coloring.

WHY Kulon Progo ?

Kulon Progo is the Batik producer region also as the poorest district in Jogjakarta, nearly 24% of the population is considered poor. The Batik producers have limited markets to rely on the sustainability of the business.

If  you are interested to be our partnership of our Batik selling program, please do contact us for more details and procedure at indonesiasiap39@gmail.com

Regards,
IPY-39