Haru, Pita Warna-Warni Tandai Pelepasan SSEAYP 2017 di Indonesia

JAKARTA — Ratusan pita warna-warni memulas langit Jakarta, Sabtu (27/11) yang lalu. Sejumlah orang tua angkat dan peserta Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2017 tak kuasa menahan haru saat kapal MS Nippon Maru bertolak meninggalkan Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta. Meskipun dilaksanakan dalam waktu singkat, nampaknya pertemuan mereka selama beberapa hari di Jakarta telah meninggalkan kesan yang mendalam.

Selama empat hari, 330 pemuda dari ASEAN dan Jepang telah berada di Jakarta dan mengikuti sejumlah kegiatan. Selain tinggal bersama keluarga angkat, mereka juga berkesempatan bertemu Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olah Raga, mengunjungi kantor Sekretariat ASEAN, dan bermain angklung secara massal dengan iringan Saung Angklung Mang Udjo.

Walikota Jakarta Utara, Husein Murad yang melepas delegasi SSEAYP 2017 berharap agar para delegasi SSEAYP mendapatkan pengalaman yang positif selama tinggal di Jakarta. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga angkat dan panitia yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan SSEAYP di Jakarta dengan sebaik mungkin.

Sementara itu, Akrimar Tongkaew (Thailand) yang mewakili delegasi SSEAYP 2017 menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat masyarakat Indonesia di seluruh rangkaian kegiatan. Melalui program ini, ia dan delegasi SSEAYP 2017 mengaku bahwa Indonesia akan mendapatkan tempat khusus di hatinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum Kapal Nippon Maru meninggalkan Tanjung Priok, dilaksanakan open ship atau tur mengelilingi kapal MS Nippon Maru bagi sekitar 1200 pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut. Setiap negara juga menampilkan flag cheers atau parade bendera yang dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kenegaraan.

SSEAYP adalah program pertukaran pemuda yang telah berjalan selama 44 tahun dan diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang dan Pemerintah negara-negara ASEAN. Tahun ini, para peserta mengunjungi Tokyo dan berlayar menuju Phnom Penh – Kamboja, Bangkok-Thailand, Vientiane-Lao PDR, Jakarta-Indonesia, dan Kuala Lumpur-Malaysia selama 52 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *